MAHASISWA FAKULTAS EKONOMI UISU JUARA 2 KEJUARAAN NASIONAL PENCAK SILAT PIALA PRESIDEN

MEDAN – (18/02) Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Pencak Silat Piala Presiden, yang digelar di Auditorium UPN “Veteran” Yogyakarta (UPNVY) selama lima hari, 10-14 Februari 2020. Kejurnas Pencak Silat Antar Perguruan Tinggi se Indonesia itu merupakan event dua tahunan yang dihelat secara bergilir dan pelaksanaan yang ke-10 mengusung tema “Menumbuhkan Rasa Nasionalisme serta Melestarikan Ragam Budaya Bangsa melalui Pencak Silat”.

Kejurnas Pencak Silat tersebut diikuti sekitar 341 atlit dari 51 Perguruan Tinggi Se Indonesia dengan mempertandingkan beberapa nomor kategori tanding diantaranya, Seni Tunggal, Seni Ganda, dan Seni Beregu baik putra maupun putri. Untuk kategori Tanding Putra ada 10 kelas di pertandingan, mulai dari kelas A-I, sedangkan Tanding Putri ada 6 kelas, mulai dari A-F. Untuk kategori Seni Tunggal, Ganda, Regu menggunakan senjata berupa Toya dan Golok. UPNVY menggelar kejuaraan nasional pencak silat juga dalam rangka menumbuhkembangkan nilai-nilai bela negara dan cinta Tanah Air. Peserta adalah, atlet baru, dengan harapan terjadi regenerasi bibit atlet pencak silat muda.
Universitas Islam Sumatera Urata sendiri mengirim beberapa atletnya dan membuahkan hasil yang cukup positif dimana 4 mahasiswa UISU mendapatkan prestasi yaitu M Rizky Juara 1 kelas F putra, Putra Amar Hafiz juara 2 kelas E Putra, Amri Anugrah Juara 2 Kelas D putra dan Rafsanjani juara 3 Kelas B Putra.
Fakultas Ekonomi UISU mengirim 2 Wakilnya dan salah satunya yaitu Amri Anugrah mendapatkan juara 2 Kelas D Putra. Dekan Fakultas Ekonomi Dr.Safrida, SE, M.Si di dampingi Wakil Dekan I, Wakil Dekan II dan Wakil Dekan III memberikan apresiasi kepada mahasiswa yang berprestasi tersebut.
“ ini yang kita harapkan dari mahasiswa yang bisa mengharumkan nama almamater dengan membawa prestasi yang sangat luar biasa di tingkat nasional.” Ucap Dekan Fakultas Ekonomi
“semoga kedepan banyak lagi mahasiswa yang berprestasi yang bisa megharumkan nama UISU Khususnya Fakultas Ekonomi, kita akan selalu mendukung mahasiswa agar dapat berprestasi.” Lanjut Dekan.

Admin : FE-UISU

Gelar Doktor diraih Dosen Tetap Fakultas Ekonomi UISU

Suasana ruang sidang Universitas Pasundan, Selasa (27/8/2019) Mengumumkan hasil akhir pelaksanaan Sidang Terbuka Promosi Doktor untuk promovendus (sebutan bagi sarjana yang tengah berproses untuk memperoleh gelar Doktor) atas nama Nur Muhammad Ridha Tarigan. 

Nur Muhammad Ridha Tarigan tidak lain adalah Dosen Tetap Fakultas Ekonomi Universitas Islam Sumatera Utara. Ia merupakan Doktor pada Program Doktoral Ilmu Manajemen Pascasarjana Universitas Pasundan sekaligus berhasil meraih predikat sangat memuaskan. Pengukuhan dilakukan setelah Nur Muhammad Ridha Tarigan, berhasil melampaui ujian terbuka dengan disertasi berjudul Kemampuan Kepemimpinan Tranforsional, Budaya Organisasi, dan Kompetensi Terhadap Peningkatan Kompetensi Kerja Implikasinya pada Kinerja Pegawai yang dimoderasi Pemanfaatan Teknologi Informasi (Survei Pada Bank SUMUT Unit Syariah Provinsi Sumatera Utara).

Ujian Terbuka dan proses pengukuhan doktor yang digelar sejak pukul 10.00 wib di Gedung Pascasarjana Universitas Pasundan ini, dihadiri oleh para undangan. Tampak hadir Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Islam Sumatera Utara serta Wakil Dekan. 

Pada akhir promosi doktoralnya, Nur Muhammad Ridha Tarigan berharap hasil penelitiannya dapat membantu membangun peningkatan kualitas pendidikan, melalui peningkatan kompetensi dosen dengan program pengembangan keprofesian berkelanjutan.

Dekan Fakultas Ekonomi UISU Ibu Safrida, SE. MSi. berharap pengukuhan doktor ini menjadi inspirasi bagi dosen-desen di lingkungan UISU dan Fakultas Ekonomi khusunya untuk senantiasa meningkatkan kompetensinya melalui pendidikan ke jenjang lebih tinggi, dalam upaya meningkatkan SDM yang berkualitas.

Civitas dan Akademisi UISU umumnya dan Fakultas Ekonomi UISU khususnya mengucapkan selamat atas dikukuhkannya Nur Muhammad Ridha Tarigan, sebagai Doktor bidang Doktoral Ilmu Manajemen Pascasarjana Universitas Pasundan. Semoga ini, menjadi inspirator bagi kami untuk bisa mengikuti jejak beliau belajar sampai jenjang doktoral.